Salurkan BLT-DD Tahap 1 Desa Tabeak Blau TA 2022

Desa

Salurkan BLT-DD Tahap 1 Desa Tabeak Blau TA 2022
Kepala Desa membagikan uang kepada penerima Bantuan

Lebong RI News - Dimasa masih  pandemi Covid-19 ini seluruh desa diwajibkan menyalurkan bantuan langsung tunai sebanyak 40%  selama 12 bulan sesuai dengan peraturan perpes no 104 tahun 2021 maka desa Tabeak Blau Kecamatan Lebong Atas melaksanakan untuk tahap 1 ini sebanyak 3 bulan  yaitu bulan Januari, Februari dan Maret  demi terwujudnya program pemulihan ekonomi nasional serta mensejahterakan masyarakat.

Ada sebanyak 84  kepala keluarga penerima manfaat bantuan sesuai hasil penjaringan melalui pendataan oleh pemerintah desa  dengan kriteria yang diatur dalam PMK ( peraturan menteri keuangan ) penerima manfaat masing-masing menerima sebanyak 900 ribu selama 3 bulan dimana dananya bersumber dari Dana Desa (DD).

Acara ini berlangsung di Balai Desa dengan mematuhi perotokol kesehatan, kegiatan dipimpin langsung oleh Maulana selaku kepala desa dan dihadiri oleh PD Reko/ Agus, Camat Rozi Spd beserta Stap Kecamatan, Alikan Kapolres, Bhabinsa, TA Supriatnak,  BPD, PLD Haira / Yenni Perangkat desa dan para penerima manfaat.

Dalam kata sambutannya Maulana selaku kepala desa menyampaikan " Alhamdulillah kami dari pemerintah desa menyalurkan bantuan ini sebanyak 3 bulan dulu mungkin untuk selanjutnya akan menyusul dan 

dengan adanya bantuan

 langsung tunai ini semoga desa Tabeak Blau menjadi lebih maju dan masyarakatnya menjadi sejahtera dan kepada penerima diminta untuk melakukan vaksin apalagi bantuan ini dimasa pandemi dan merupakan persyaratan untuk menerima BLT-DD ini.

Reko PD " Alhamdulillah di Lebong Atas ini desa Tabeak Blau merupakan desa yang pertama menyalurkan bantuan ini,  untuk tahun 2022  setiap desa diharuskan menganggarkan bantuan  sekarang minimalnya  40% untuk anggaran BLT-DD dan kepada warga yang menerima agar mematuhi peraturan dari pemerintah salah satunya vaksinasi bagi warga memiliki penyakit bawaan diminta untuk mengambil surat keterangan dari instansi kesehatan".

Jurnalis 

Endang Kusnadi (085)