Dampak Kasus Korupsi Banyak Smelter yang Berhenti Beroperasi Sehingga Karyawannya Terpaksa Dirumahkan

Dampak Kasus Korupsi Banyak Smelter yang Berhenti Beroperasi Sehingga Karyawannya Terpaksa Dirumahkan

Bangka | revolusiupdate.com - Pengusutan kasus korupsi tata niaga pertimahan yang dilakukan kejaksaan di Kepulauan Bangka Belitung mulai terasa dampaknya dari sektor lapangan kerja. Banyak smelter yang berhenti beroperasi sehingga karyawannya terpaksa dirumahkan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Pemprov Kepulauan Bangka Belitung Elius Gani tak menampik perihal adanya pemutusan kerja karyawan smelter.

Elius menuturkan, para pekerja yang menganggur sebagai dampak sejumlah smelter yang berhenti beroperasi. Namun sejauh ini tidak semua pekerja yang langsung terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). 

Sebagian berstatus dirumahkan karena tempat mereka bekerja tidak beroperasi. "Bagi yang dirumahkan ini sewaktu-waktu bisa dipanggil lagi, jadi mereka belum resmi PHK," ujar Elius.

Dinas kata Elius tetap terbuka untuk menerima laporan terkait pemberhentian para karyawan smelter. Nanti juga dilakukan mediasi jika ada hak-hak pekerja yang belum terpenuhi.

"Dari dinas kabupaten/kota akan mediasi," ujar Elius. Masalah PHK, kata Elius menjadi perhatian pemerintah daerah karena di satu sisi masih banyak angkatan kerja yang belum terserap.

Tercatat 21,1 persen pengangguran terbuka di Bangka Belitung yang dominan disumbang lulusan universitas. Menurut Elius, pemerintah daerah terus berupaya menghubungkan para pencari kerja dengan lapangan kerja. 

Salah satunya dengan pembukaan bursa tenaga kerja yang melibatkan banyak perusahaan. Sementara untuk membangun lapangan usaha baru, ibarat gayung belum bersambut. 

"Kita terus mempromosikan produk unggulan dan usaha-usaha kreatif dari potensi yang ada. Tapi ini kembali lagi pada investornya," beber Elius. (Sumber Kompas.com)

Jurnalis 

Febry (007)