Desa Bajak ll Mewakili Benteng Dalam Pagelaran Sarafal Anam Se Provinsi Bengkulu

Benteng RI News

Desa Bajak ll Mewakili Benteng Dalam Pagelaran Sarafal Anam Se Provinsi Bengkulu

Benteng RI News - Dengan bangga tim Sarafal Anam desa Bajak ll mewakili kabupaten Bengkulu Tengah untuk tampil di depan Rohidin Gubernur Bengkulu dalam ajang Sarafal Anam se Propinsi Bengkulu, Ajisran selaku kepala desa memimpin langsung tim Sarafal Anam desa Bajak ll kecamatan Merigi Kelindang. 

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu melalui UPTD Taman Budaya Provinsi Bengkulu melaksanakan pagelaran Sarafal Anam se-Provinsi Bengkulu bertempat di gedung teater terbuka Taman Budaya. Adapun tema yang diangkat dalam pagelaran tersebut adalah “Dengan Berkesenian Kita Lestarikan Khazanah Budaya Bengkulu”.

Oleh karena itu upaya kita untuk melestarikan dan mengembangkan Sarafal Anam sebagai salah satu kesenian seni dan budaya yang bernafaskan Islam, disamping Sarafal Anam juga banyak kesenian lain seperti Marhabah, Hadroh dan sejenisnya Nasid dan Kasidah yang bernafaskan Islam, Sarafal Anam ini dulunya dibawa seiring penyebaran agama Islam ini menjadi daya tarik karena bukan hanya syairnya tetapi juga sebagai si’ar agama Islam. 

Taman Budaya Bengkulu memberikan dukungan kepada semua jenis seni budaya, lagu daerah dan tari-tarian daerah. Hal ini juga untuk memotifasi para pemuda untuk terus berkarya dan berseni budaya.

Kebudayaan adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keilmuan, hukum, adat istiadat, dan kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Pengkajian  makna Sarafal Anam diarahkan pada hubungan antara lantunan syair-syair Sarafal Anam dengan  masyarakat pendengarnya. Jadi sebuah pertunjukan Sarafal Anam tidak hanya dilihat dari aspek  budaya saja tetapi juga bisa dari aspek yang lain seperti aspek sosial dan aspek keagaman. Kesenian Sarafal Anam merupakan bentuk kesenian  yang dilagukan dengan irama melayu. Syair-syair inti dari kesenian ini, diambil dari syair nazhm dalam kitab maulid. pertunjukan Sarafal Anam adalah lantunan syair-syair berzanji yang diiringi dengan tabuhan rebana.

Ajisran juga mengajak kepada semua warga baik desa sendiri maupun desa tetangga untuk terus belajar Sarafal Anam dan semua kebudayaan asli leluhur Bengkulu agar tidak punah ditengah tengah dunia yang sibuk dengan tehnologi digital dan online game. 

Jurnalis

Diko (010)