Musyawarah Penyampai Pertanggungjawaban BPD Periode 2018-2024 dan Pembentukan Panitia Pemilihan BPD Desa Mekar Sari

Musyawarah Penyampai Pertanggungjawaban BPD Periode 2018-2024 dan Pembentukan Panitia Pemilihan BPD Desa Mekar Sari

Kepahiang | revolusiupdate.com - Kamis (28/03/2024) dengan berakhirnya masa jabatan badan permusyawaratan desa (BPD) makan menjadi kewajiban bagi Ketua BPD dan Anggota memberikan laporan kepada masyarakat yang dijembatani oleh pemerintah desa berupa pertangungjawaban semua program kerja pada saat melaksanakan tugas. 

Bertempat di Balai Desa Mekar Sari yang dihadiri oleh Kepala Desa dan Perangkat, BPD, Lembaga lembaga desa dan tokoh tokoh dalam desa mekar sari untuk mendengarkan hasil pertangungjawaban program kerja BPD.

Sehubungan akan berakhirnya masa jabatan BPD periode 2018-2024 yang berakhir 20 Agustus 2024 mendatang, sesuai dengan Permendagri 110 Tahun 2016 dan Edaran Dinas PMD Kabupaten  kepahiang, Pemerintah Desa Mekar Sari membentuk panitia pemilihan BPD.

Disampaikan kepala desa dalam keterangan "sementara kita ikuti regulasi yg ada ditengah berkembangnya wacana pengesahan Revisi UU Desa, jika memang nantinya ada perubahan perpanjangan masa jabatan kepala desa dan BPD, tentu semua akan kita sesuaikan aturan yg ada".

Beliau menyampaikan tahapannya masih panjang, nanti akan disampaikan pengumuman, pendaftaran  sampai dengan tahapan pemilihan 3 bulan sebelum masa jabatan BPD periode ini berakhir.

Adapun kepanitiaan yang telah terbentuk akan segera diberikan SK, susunan panitia Pemilihan BPD yang terdiri dari 7 orang diantaranya 3 unsur perangkat desa dan 4 dari tokoh masyarakat atau lembaga desa sesuai dengan aturan yang ada.

Diakhir acara Ketua BPD Bapak Marjiyanto menyampaikan "Masa jabatan BPD akan berakhir tanggal 20 Agustus 2024 saya mewakili Anggota BPD mengucapkan terimakasih atas dukungan semua pihak baik dari pemerintah desa maupun masyarakat sehingga semua program bisa berjalan dan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Desa Mekar Sari atas tindakan maupun perkataan dan juga pengambil keputusan dalam melaksanakan kerja kurang berkenan dan kepada Allah kami mohon ampun".

Jurnalis Desa

Nopri