Pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Desa Kayu Manis di Duga Kangkangi Perda Rejang Lebong

Pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Desa Kayu Manis di Duga Kangkangi Perda Rejang Lebong

Rejang Lebong | revolusiupdate.com - Desa Kayu Manis Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu merupakan salah satu dari sekian ribu desa yang ada di Indonesia yang mendapatkan kucuran Dana Desa Tahun Anggaran 2024.

Dana Desa yang diharapkan bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa dan menjadikan desa dari status desa tertinggal menjadi desa berkembang kiranya akan menjadi angan-angan belaka jika Pemerintah Desanya tidak memanfaatkan Anggaran tersebut dengan Cermat.

Melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2024 Desa Kayu Manis membangun tempat pembuangan sampah yang menghabiskan uang negara sebesar Rp.41.683.796; terkesan mengangkangi Peraturan Daerah Rejang Lebong No 4 Tahun 2017, tentang Pengelolaan Sampah.

Bagaimana tidak,tempat pembuangan sampah dibangun dipinggir jalan dan dibuang kedalam jurang,tidak ada jarak antara bibir jalan dengan jurang pemerintah desa hanya membuat tembok pemisah supaya sampah tidak bisa terlihat dari jalan.

Pemerintah desa terkesan tidak melakukan perencanaan yang matang tentang dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan serta akibat yang di timbulkan dengan pembangunan tempat pembuangan Sampah tersebut.

Selain menyebabkan banjir,tumpukan sampah juga bisa jadi penyebab longsor, sampah yang tidak pernah diolah dan dibiarkan menggunung akan beresiko longsor terutama karena tekanan dan air hujan yang memiliki intensitas tinggi.

Menurut Pasal 29 Ayat 1 Huruf E Udang-Undang No 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah,setiap orang dilarang membuang sampah tidak pada tempat yang telah di tentukan dan disediakan, termasuk juga ke jalan,sungai, saluran air,atau tempat lain yang bukan ditujukan pembuangan sampah,termasuk juga ke jurang.

Dengan demikian pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Kayu Manis bukanya untuk keselamatan masyarakat malah membuat ancaman longsor untuk masyarakat desa itu sendiri,kami berharap pada pihak terkait akan segerah meninjau ke lokasi agar bisa mengambil tindakan tegas terkait hal ini.

Sampai berita ini di rilis belum ada klarifikasi dari Kepala Desa, karena di hubungi melalui Handpone tidak pernah diangkat, dihubungi melalui Wa juga tidak ada respon, Kantor desa juga sampai jam 09.45 WIB juga belum di Buka.

Jurnalis

Fauzi(001)